728x90 AdSpace

­

Latest News

“Tuanmuda” Yang Berawal Dari Mimpi

Selamat malam. Sebelumnya maaf, dengan siapa saya bicara? Malam. Saya Maryam, saya disini sebagai Operational Manager Tuanmuda.
Sejak kapan bergabung di Tuanmuda Café? Saya bergabung di Tuanmuda sejak tahun 2010.
Siapa nama pemilik Tuanmuda Café? Nama pemiliknya Khazali, dia adalah kakak kandung saya.
Kenapa diberi nama “Tuanmuda”? Sebenarnya dulu mau dinamakan “Tua ‘n Muda”, karena target kami itu semua kalangan (tua dan muda). Tapi nama itu agak rumit, dan kurang easy listening. Jadi akhirnya kami satukan namanya menjadi “Tuanmuda”.
Kapan Tuanmuda berdiri? Di tahun 2008, Khazali berjualan dari event ke event. Lalu di tahun 2009, berdirilah Tuanmuda Café yang bertempat di Wirobrajan. Itu adalah café yang pertama.
Sampai sekarang ada berapa cabang? Dimana saja cabangnya? Sampai saat ini ada 6 cabang. 4 cabang di Jogjakarta (Wirobrajan, Seturan, Giant, Kaliurang) dan 2 cabang di Jambi.
Apa yang ditawarkan oleh Tuanmuda? Yang kami tawarkan diantaranya adalah takoyaki, ramen, dan lain sebagainya.
Apa yang membedakan dengan café lain? Mungkin pada dasarnya sama. Yang beda dari Tuanmuda adalah pegawainya, karena pegawainya disebut dengan Baramuda. Satu lagi yang membedakan dari Tuanmuda adalah rasa masakannya. Memang yang kami tawarkan adalah masakan khas Jepang, tapi kami meracik kembali masakan itu agar bisa sesuai dengan lidah orang Indonesia. Kami mengutamakan rasa dan kualitas.
Berapa kisaran harganya? Kami menjual produk kami seharga 5 ribu sampai 23 ribu.
Sampai saat ini, ada berapa jumlah pegawai Tuanmuda? Semuanya ada 33 orang. Itu terdiri dari 22 orang sebagai pegawai, 6 orang di bagian manajemen, dan 5 orang di bagian produksi.
Bagaimana café ini sehari-harinya? Alhamdulillah ramai. Kebanyakan mahasiswa yang berkunjung ke Tuanmuda. Tapi orang tua/keluarga pun tidak kalah banyak.
Bagaimana awal mulanya Khazali bisa merintis usaha ini? Awalnya Khazali bermimpi. Dia ingin ke Jepang. Dia suka segala hal yang berbau Jepang seperti kartun, makanan, dan lain sebagainya. Lalu, Khazali berbincang-bincang dengan temannya yang mempunyai keinginan untuk membuat bisnis takoyaki. Walaupun tidak ada latar belakang yang bersangkutan dengan dunia kuliner, mereka pantang mundur. Saking ambisiusnya, Khazali kursus bahasa Jepang pada saat itu. Pada tahun 2008, dia mengalami betapa sulitnya berusaha. Dalam satu hari, takoyaki yang dijual olehnya hanya laku lima porsi. Dia berjualan dengan memakai kostum ala Jepang. Ini dilakukan terus-menerus oleh Khazali. Dan akhirnya, pada tahun 2009 Tuanmuda memiliki outlet.   

Bagaimana pandangan Anda terhadap seorang Khazali?  Dia kakak saya, tapi saya ngefansngefans secara pemikiran. Di mata saya, dia adalah orang hebat. Dia mau bekerja keras demi usahanya.
Apakah Khazali punya usaha lain selain Tuanmuda? Khazali punya workshop sendiri bernama Alimetal. Nah, furniture dan sofa yang ada di Tuanmuda itu adalah produk dari Alimetal. Dan Tuanmuda sendiri didirikan tanpa bantuan arsitek. Selain Alimetal, Khazali saat ini sedang membangun Kedai Nyusu yang bertempat di daerah Gamping. Dia sangat sibuk akhir-akhir ini. Sayang sekali tidak bisa mewawancarai Khazali secara langsung.
Apa tips-tips untuk menjadi seorang pengusaha? Untuk membuat usaha, saya pikir semua orang bisa melakukannya. Kami juga masih belajar sampai sekarang. Menurut saya, hanya mental yang membedakan satu orang dengan orang yang lain. Jangan menyerah dengan apa yang kita harapkan. Kami selalu nekad setiap buka cabang baru, kami bukan milyarder yang punya uang “nganggur”. Intinya, tidak ada salahnya untuk mencoba. Kami tidak pernah menyerah untuk mencoba sesuatu yang baru.
Twitter : @tuanmuda_cafe
“Tuanmuda” Yang Berawal Dari Mimpi
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Top