728x90 AdSpace

­

Latest News

Bambu Entrepreneur

Bambu Entrepreneur

Siapa yang tidak mengenal jenis tanaman Bambu? Di Indonesia bambu sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu oleh nenek moyang negeri ini, dulu bambu identik dengan kaum miskin yang tidak sanggup membangun rumah dengan kayu, atau bambu hany digunakan untuk membangun kandang ternak dan sebagai bahan peralatan rumah tangga, saat ini bambumulai naik kelas ke kalangan elit baik sebagai material bahan kerajinan, interior dan konstruksi, penggunaanya pun beragam, mulai dari café, resto, rumah tinggal, interior perkantoran bahkan Bandara Udara Brajas Madrid di Spanyol menggunakan interior dan konstruksi menggunakan material Bambu.
Di Jogjakarta kami temukan salah satu kegiatan industri yang ber-konsentrasi terhadap bambu, yaitu Sahabat Bambu, Sahabat Bambu adalah usaha pengawetan dan penjualan bambu yang berlokasi di Jogjakarta. Produk utama kami adalah "bambu awet", yakni batang bambu yang telah diawetkan dengan larutan garam borates, bahan pengawet bambu dan kayu yang ramah dan aman serta terbukti efektif melindungi bambu dari serangan kumbang bubuk dan rayap hingga puluhan tahun. Selain menjual bambu awet, kami juga menyediakan jasa konstruksi khusus bangunan bambu. Kami juga menerima jasa desain khusus bangunan dan rumah bambu. Berkat dukungan dan kepercayaan anda, pada 2012 Sahabat Bambu terpilih oleh Majalah Marketeers masuk dalam jajaran Top 50 UKM di dunia online.

Sejarah Singkat Sahabat Bambu
Pendirian Sahabat Bambu tidak terlepas dari kejadian gempa bumi yang melanda Jogjakarta pada Mei 2006. Dalam masa tanggap darurat dan rekonstruksi Jogjakarta pasca gempa, banyak lembaga Nasional dan Internasional menggunakan bambu untuk membuat rumah, sekolah, balai pertemuan masyarakat, dan bangunan-bangunan lainnya. Penggunaan bambu secara besar-besaran untuk membuat rumah darurat bagi korban gempa di Jogjakarta dan sekitarnya membuat para penggagas Sahabat Bambu merasa prihatin. Karena ketidaktahuan mengenai seluk-beluk bambu maka proyek bangunan bambu pasca gempa hasilnya sangat menyedihkan karena baru beberapa bulan saja sudah rusak dimakan kumbang bubuk. Selain mubazir, pemanfaatan bambu untuk membantu korban gempa telah mendorong eksploitasi bambu, khususnya di Jawa Tengah dan Jogjakarta, sehingga mengancam kelestarian bambu. Dalam sehari tidak kurang dari 12.000 batang bambu apus, peting, dan wulung masuk ke gudang-gudang untuk dipabrikasi menjadi potongan-potongan bahan membuat rumah. Jumlah pohon yang ditebang tentunya jauh lebih besar dari angka itu mengingat para supplier umumnya melakukan penebangan bambu dengan cara babat habis rumpun, bukan pilih tebang.
Berdasarkan situasi tersebut tiga personil MAP-Indonesia, yaitu Jajang Agus SonjayaT. Lukmanul Hakim, dan Benjamin Brown membangun sebuah rencana proyek pengembangan bambu terintegrasi. Sebelumnya, ketiga penggagas ini telah beberapa tahun menggeluti bambu untuk membangun pusat-pusat belajar masyarakat pesisir, baik di Indonesia maupun luar Indonesia. Selain untuk pusat belajar, bambu juga diperkenalkan sebagai bahan pengembangan matapencaharian alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Rencana pengembangan bambu secara terintegrasi tersebut kemudian mendapat dukungan dari UNIDO dengan mensponsori pembangunan fasilitas pengawetan bambu di Cebongan. Fasilitas tersebut dibangun selama dua bulan, yaitu Desember 2006 - Januari 2007. Dalam pejalanannya, banyak pihak yang tertarik pada bambu awet, sehingga hal ini mendorong pihak-pihak yang terlibat untuk mengelola bambu secara lebih profesional. Maka pada awal Februari 2007, didirikanlah Sahabat Bambu, disingkat SaBa. Setelah berjalan hampir satu tahun, maka pada tanggal 1 Desember 2007, SaBa mendirikan badan hukum usaha dalam bentuk C.V.
Sahabat Bambu memulai usaha pengawetan bambu karena melihat kenyataan akan berlimpahnya sumberdaya bambu di Indonesia. Dari sekitar 1.250 jenis bambu di dunia, 140 jenis atau 11% nya adalah spesies asli Indonesia. Orang Indonesia sudah lama memanfaatkan bambu untuk bangunan rumah, perabotan, alat pertanian, kerajinan, alat musik, dan makanan. Namun, bambu belum menjadi prioritas pengembangan dan masih dilihat sebagai "bahan milik kaum miskin yang cepat rusak". Sahabat Bambu hadir untuk mengangkat citra bambu dengan menghasilkan produk berkualitas yang indah, kuat, dan tahan lama. Bambu yang dipanen dengan benar dan diawetkan merupakan bahan yang kuat, fleksibel, dan murah, yang dapat dijadikan bahan alternatif pengganti kayu yang semakin langka dan mahal.
Mengapa menggunakan bambu? Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang bambu
Sumber daya tanaman bambu terbarukan. Bambu dapat dipanen dalam waktu hanya 3-5 tahun dibandingkan dengan 20-50 tahun pada kebanyakan jenis kayu keras. Produksi biomasa bamboo diperkirakan sekitar 20-30 ton per hektar pet tahun.
Berlimpah. Ada lebih dari 1.500 spesies di seluruh Dunia, dan Indonesia memiliki 140 lebih jenis bambu.
Lebih kuat dari baja. Jenis-jenis bamboo tertentu memiliki kekuatan tensil hingga 28.000 per inci, dibandingkan dengan baja yang memiliki tensil 23.000.
Meningkatkan pendapatan petani. Bambu tumbuh di kawasan pedesaan dan kebanyakan dimiliki oleh petani miskin. Memanfaatkan bambu secara lestari dapat membantu menambah penghasilan petani.
Rumah yang aman. Lebih dari satu miliar orang tinggal di rumah bambu. Dalam berbagai kejadian, rumah bambu terbuki tahan terhadap gempa bumi.
Eksotis, indah. Bambu secara alami adalah bahan yang indah dan eksotis, dapat diaplikasikan menjadi berbagai macam produk yang bermanfaat. (sumber gambar: worldarchitecturemap.org)
Sahabat Bambu dapat ditemui di:
Workshop:
Jl. Cangkringan Km 3.3, Balong Bayen, Purwomartani, Kalasan, Yogyakarta. Indonesia.
Tel #: +62-81392200266 (jam kerja: 08.30 - 17.00 WIB)
Email: info@sahabatbambu.com or tlhakim@gmail.com
Bambu Entrepreneur
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Top